Bahaya yang Mengintai Ketika Menggunakan VPN Gratisan

General

Bahaya menggunakan VPN

Tahukah Anda bahwa dibalik kemudahan yang ditawarkan VPN juga terdapat bahaya menggunakan VPN. Ya, aplikasi yang berguna untuk membantu Anda memasuki situs-situs yang terblokir oleh Pemerintah atau provider, bisa juga memberi dampak negatif bagi pemakainnya. Meskipun banyak orang yang mengatakan VPN lebih aman dibanding koneksi internet biasa, nyatanya tidak demikian.

VPN atau Virtual Private Network merupakan koneksi antar jaringan yang sifatnya sangat pribadi, meski dilakukan melalui jaringan publik tapi memungkinkan pertukaran sumber daya secara privat. Karena bersifat pribadi inilah, banyak yang beranggapan bahwa koneksi dengan VPN jauh lebih aman dari koneksi biasa. Namun, faktanya tidak demikian. Penggunaan VPN bisa saja menjadi bumerang dan membahayakan penggunanya.

Di Playstore atau Appstore banyak sekali aplikasi VPN gratisan tersedia yang menawarkan jasa tanpa bayar. Semuanya memiliki fungsi yang sama sebagai jalan untuk memasuki situs-situs terblokir. Akan tetapi, aplikasi-aplikasi ini menyimpan beberapa kekurangan yang mungkin bisa berbahaya bagi Anda, walaupun telah dilengkapi dengan fitur yang cukup esensial.

Penjualan Data Secara Ilegal

Bahaya menggunakan VPN gratisan yang paling mungkin dan sering terjadi adalah adanya risiko penjualan data secara ilegal. Tanpa Anda ketahui bisa saja data Anda diambil dan diberikan kepada pihak-pihak yang mungkin akan memanfaatkan data Anda untuk hal-hal yang tidak baik. Namun, hal ini jarang terjadi di aplikasi VPN berbayar.

Serangan Man in the Middle

Risiko lain yang mungkin bisa terjadi pada Anda yang memakai aplikasi VPN gratisan adalah terkena serangan man in the middle, yaitu serangan terhadap sistem komputer yang tengah saling berkomunikasi satu dengan lainnya. Metode ini yang banyak digunakan hacker untuk membaca, membajak, dan mencuri data bahkan memasang malware ke smartphone Anda.

Terjadinya Network Endpoint

Bahaya menggunakan VPN berikutnya adalah kecurangan penyedia yang menjadikan Anda sebagai network endpoint atau dapat dikatakan sebagai penjualan bandwith. Kecurangan ini ditandai dengan koneksi internat yang menjadi lemot, karena adanya pembatasan besaran data untuk Anda oleh penyedia VPN. Sementara besaran data yang lebih besar diberikan ke pengguna lain yang lebih menguntungkan mereka.

Adanya Serangan Adware

Seringkali jika menggunakan aplikasi gratisan, Anda harus menahan diri dengan iklan atau pop-up yang seringkali muncul. Nah, gangguan ini juga akan Anda dapatkan jika menggunakan aplikasi VPN gratisan. Adware atau iklan yang muncul bisa membuat koneksi internet Anda melambat, bahkan bisa mengarahkan Anda ke situs berbahaya.

Kebocoran Data serta Alamat IP

Bahaya menggunakan VPN yang paling krusial dan menjadi salah satu yang paling menakutkan bagi pengguna jasa VPN gratisan adalah kebocoran data dan alamat IP. Bisa dibayangkan bukan apa yang terjadi jika data pribadi dan alamat IP bocor ke pihak yang tidak bertanggungjawab, malware dan hacker akan dengan mudah memasuki sistem hp Anda.

Alamat email, nomor telepon, serta password yang Anda pakai bisa diambil, bahkan data internet atau m-banking Anda bisa disalahgunakan. Studi CSIRO mengatakan bahwa sekitar 80% aplikasi VPN gratis membuka IP penggunanya secara gamblang. Bahkan 60% di antara penyedia VPN gratis membocorkan permintaan DNS penggunanya, sehingga histori dan lokasi penjelajahan terbuka.

Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari bahaya-bahaya tersebut. Anda bisa menghindarinya dengan menonaktifkan VPN ketika mengakses situs-situs biasa, dan baru menggunakannya ketika diperlukan. Bisa juga memakai cara mudah, yaitu dengan menggunakan VPN berbayar. Ini adalah cara teraman dan terbaik bagi Anda agar terhindar dari bahaya menggunakan VPN gratisan.